Diterpa Isu Miring, SMKN 2 Kotabumi Berikan Klarifikasi

Kotabumi– Terkait adanya pemberitaan dari beberapa media beberapa hari yang lalu tentang dugaan penggunaan bahan material yang dianggap tidak memenuhi standar pada pekerjaan revitalisasi pembangunan ruang kelas di SMK Negeri 2 Kotabumi, panitia pembangunan bersama konsultan yang didampingi komite sekolah setempat berikan klarifikasi di depan awak media pada Senin 6 juli 2026 di lokasi pembangunan sekolah setempat.

Dengan adanya pemberitaan tersebut pihak sekolah ucapkan terimakasih atas kontrol sosial yang dilakukan oleh awak media, sehingga proses pembangunan yang saat ini sedang berjalan bisa dilaksanakan dengan baik dan sesuai aturan.
Hal itu disampaikan oleh Fadli selaku Panitia Pembagunan reviltalisasi SMKN 2 Kotabumi,
“Terimakasih kami ucapkan atas kontrol sosial dari awak media, saat ini proses pembangunan sedang berjalan, kemarin memang ada pembongkaran pada atap untuk penyesuaian warna dan semua hal yang menjadi catatan sudah kami sikapi, kami pastikan akan melaksanakan pembangunan revitasilasi ini sesuai aturan”tegasnya.

Sebelumnya juga, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV melalui kasi SMK Erwin Rusman telah meninjau lokasi pembangunan yang didampingi konsultan pembagunan.

Dan untuk diketahui merespon adanya pemberitaan media online terkait proyek revitalisasi disekolah yang dia pimpin,

Kepala SMKN negeri 2 Kotabumi, Hamron Royya,S.Pd,.MM telah memberikan tanggapannya melalui surat pertanggal 3 Juli 2026 Yang ditujukan kepada kepala dinas pendidikan dan kebudayaan propinsi Lampung Cq, Kepala Cabang Dinas pendidikan wilayah IV Provinsi Lampung.

Berikut isi surat tanggapan Kepala SMKN 2 Kotabumi;

Menanggapi Pemberitaan Media yang diunggah pada tanggal 2 Juli 2026
tentang Pengerjaan Revitalisasi SMKN 2 Kotabumi, izinkan saya menanggapi
selaku Kepala SMK Negeri 2 Kotabumi.
Sebagai pendahuluan benar bahwa pada tahun 2026 ini, SMK Negeri 2 Kotabumi
mendapatkan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK dari Direktorat
Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus
Kemendikdasmen dengan bentuk pekerjaan Swakelola.

Terkait unggahan rekan media, kami menggaris bawahi pekerjaan yang belum
baik adalah 3 (tiga) point, yaitu atap gedung (genteng polos) yang tidak sama,
plafond kamar mandi siswa pada Gedung I dan plafond teras samping
gedung I. Untuk itu akan kami sikapi mulai dari hari ini dengan langkah mengganti
atap gedung secara keseluruhan, memasang plafond kamar mandi dan plafond teras samping.

Untuk informasi bahwa atap kamar mandi dan teras depan pada Gedung I
tidak masuk dalam pekerjaan revitalisasi SMK, yang tadinya berbahan genteng
dan asbes, demi keindahan kami ganti dengan spandek.
Demikian kiranya konfirmasi atas pemberitaan Media ini saya buat, besar harapan
saya dapat menjadi maklum. Atas perhatiannya Saya ucapkan terima kasih. (Red).